Dalam banyak perusahaan, SLA sering hanya menjadi dokumen pendukung SOP. Padahal, tanpa sistem yang mendukung, SLA mudah dilanggar karena mengandalkan ingatan dan follow-up manual. Dengan AppSheet, SLA bisa diterapkan langsung ke dalam alur kerja harian secara otomatis dan terukur.
Artikel ini membahas apa itu SLA secara singkat, lalu langsung masuk ke tutorial teknis penerapan SLA otomatis menggunakan AppSheet.
- Memahami SLA dalam Operasional Digital
- Studi Kasus: SLA untuk Proses Approval
- Langkah 1: Menyiapkan Struktur Data di AppSheet
- Langkah 2: Menentukan Batas SLA Otomatis
- Langkah 3: Membuat Status SLA Otomatis
- Langkah 4: Menghitung Sisa Waktu SLA
- Langkah 5: Membuat Notifikasi Otomatis (Email / WhatsApp)
- Langkah 6: Monitoring SLA melalui Dashboard
- Dampak Penerapan SLA Otomatis
Memahami SLA dalam Operasional Digital
SLA (Service Level Agreement) adalah standar waktu dan kualitas penyelesaian suatu proses kerja. SLA menjawab satu hal penting: kapan sebuah pekerjaan harus selesai.
Contoh SLA yang umum:
- Approval pengajuan maksimal 1×24 jam
- Ticket IT ditangani maksimal 30 menit
- Permintaan pembelian diproses maksimal 2 hari kerja
Masalahnya, SLA sering tidak terpantau karena tidak terhubung langsung dengan sistem kerja. Di sinilah AppSheet berperan.
Studi Kasus: SLA untuk Proses Approval
Sebagai contoh, kita akan membuat sistem SLA untuk approval pengajuan dengan ketentuan:
- SLA: 1 hari kerja
- Status otomatis: On Progress, On Time, atau Overdue
- Notifikasi dikirim sebelum SLA terlewati
Langkah 1: Menyiapkan Struktur Data di AppSheet
Buat tabel utama (misalnya: Pengajuan) dengan kolom:
ID_Pengajuan(Key)Tanggal_Pengajuan(DateTime)Batas_SLA(DateTime)Status(Pending, Approved, Rejected)Tanggal_Approval(DateTime)
Kolom ini menjadi fondasi perhitungan SLA.
Langkah 2: Menentukan Batas SLA Otomatis
Pada kolom Batas_SLA, gunakan App Formula:
[Tanggal_Pengajuan] + "01:00:00:00"
Artinya, sistem otomatis menetapkan deadline 1 hari sejak pengajuan dibuat, tanpa input manual.
Langkah 3: Membuat Status SLA Otomatis
Tambahkan Virtual Column bernama Status_SLA dengan expression:
IF(
[Status] = "Approved",
IF(
[Tanggal_Approval] <= [Batas_SLA],
"On Time",
"Overdue"
),
IF(
NOW() > [Batas_SLA],
"Overdue",
"On Progress"
)
)
Status ini akan selalu update secara real-time.
Langkah 4: Menghitung Sisa Waktu SLA
Tambahkan virtual column Sisa_Waktu_SLA:
[Batas_SLA] - NOW()
Kolom ini berguna untuk:
- indikator prioritas kerja
- pemicu notifikasi otomatis
- visualisasi dashboard
Langkah 5: Membuat Notifikasi Otomatis (Email / WhatsApp)
Buat Automation Bot dengan trigger:
[Sisa_Waktu_SLA] <= "00:02:00:00"
AND [Status] = "Pending"
Action:
- kirim email atau WhatsApp ke approver
- isi pesan: nomor pengajuan, batas waktu, dan link aplikasi
Hasilnya, approver diingatkan sebelum SLA terlewati tanpa perlu chat manual.
Langkah 6: Monitoring SLA melalui Dashboard
Buat Slice:
Pengajuan_Overdue→[Status_SLA] = "Overdue"Pengajuan_OnTime→[Status_SLA] = "On Time"
Gabungkan ke Dashboard View agar manajemen bisa memantau:
- jumlah pengajuan terlambat
- kepatuhan SLA tiap periode
- bottleneck proses approval
Dampak Penerapan SLA Otomatis
Dengan pendekatan ini, perusahaan mendapatkan:
- proses approval lebih cepat dan disiplin
- minim follow-up manual
- data performa SLA yang objektif
- sistem yang benar-benar dipakai tim
SLA tidak lagi menjadi aturan di atas kertas, tetapi bagian dari sistem kerja.
Penutup, AppSheet memungkinkan SLA diterapkan langsung ke dalam proses bisnis tanpa coding tambahan. Dengan desain yang tepat, SLA berubah dari beban administratif menjadi alat kontrol dan peningkat efisiensi.
Di sinilah ISA berdigitalisasi memberi dampak nyata, bukan sekadar mengganti kertas menjadi aplikasi. Mari diskusikan Transformasi digital anda bersama kami.



Comments